Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Konferancab Ke-IV GP Ansor Tawangsari: Merawat Tradisi, Menguatkan Khidmah Menuju Kepemimpinan Tangguh dan Berintegritas

Senin, 09 Februari 2026 | Februari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T13:29:46Z

 

GP Ansor Tawangsari gelar Konferancab IV, Bejo Susanto terpilih aklamasi.

Sukoharjo, ansoracehtimur.or.id - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tawangsari sukses menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Ke-IV pada Ahad (8/2/2026) di MTs Ma’arif Sutowijoyo Majasto, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.   

Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Khidmah: Membangun Kepemimpinan Ansor yang Tangguh dan Berintegritas”, Konferancab ini menjadi momentum strategis untuk evaluasi organisasi sekaligus merumuskan arah gerak GP Ansor Tawangsari agar semakin solid, berdaya saing, dan berkhidmah berkelanjutan.

Mewakili Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Nur Syahid menegaskan bahwa Konferancab bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan sarana muhasabah dan proyeksi gerakan.

“Konferancab ini bukan hanya ganti pengurus, tetapi momentum muhasabah dan proyeksi organisasi. Dari sinilah kita menata kembali langkah agar Ansor Tawangsari semakin relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kader dan kemandirian ekonomi sebagai penopang khidmah.

"Kaderisasi jangan sampai berhenti. Ansor harus tetap menjadi magnet pemuda desa. Kemandirian ekonomi kader juga perlu dipikirkan agar pengabdian sejalan dengan kesejahteraan,” tegasnya.   

Menutup sambutan, Nur Syahid berpesan agar seluruh kader menjaga soliditas pasca-Konferancab.

“Siapa pun yang terpilih adalah nakhoda kita bersama. Tidak ada menang atau kalah, yang ada pembagian peran untuk membesarkan organisasi,” pesannya.   

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, Dahwan Asqolani, menyampaikan bahwa Tawangsari memiliki nilai historis dan kultural yang kuat, salah satunya melalui jejak dakwah Ki Ageng Sutowijoyo.   

“Sejarah ini harus menjadi spirit bagi NU dan Ansor untuk menjaga dan menyebarkan amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya.   

Ia menegaskan, Ansor harus menjadi motor penggerak pemuda yang berkarakter, disiplin, dan berintegritas, serta hadir nyata di tengah masyarakat.   

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Tawangsari demisioner, Agitya Fandi, menyampaikan refleksi masa khidmah dengan penuh ketulusan.   “Ansor bukan sekadar organisasi, tetapi rumah. Tempat kita belajar ikhlas, taat komando, dan berjuang tanpa pamrih,” tuturnya.   

Ketua MWCNU Tawangsari, KH Miftah Rozaq, juga mengajak seluruh kader menjaga kebersamaan pasca-Konferancab.   

“Siapa pun yang terpilih harus disengkuyung dan didukung penuh untuk mengembangkan Ansor di Tawangsari,” dawuhnya.   

Melalui sidang pleno, Bejo Susanto resmi terpilih sebagai Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tawangsari secara aklamasi, dengan dukungan seluruh Ranting GP Ansor se-kecamatan.   

Konferancab ini dihadiri Banom NU se-Tawangsari, perwakilan PAC GP Ansor se-Kabupaten Sukoharjo, pengurus ranting, serta kader Ansor setempat. Diharapkan, kepemimpinan baru mampu menguatkan khidmah dan menghadirkan program yang berdampak nyata bagi umat.


×
Berita Terbaru Update